Muhammad Ali, Sportman of The Century Meninggal Dunia di Umur 74 Tahun… Gangguan Pernafasan Penyebab Utama Meninggalnya Legenda Tinju Dunia Ini

Muhammad Ali

Petinju Legendaris Muhammad Ali meninggal dunia di umur 74 tahun pada 3 Juni 2016. Namanya tercatat dalam sejarah olahraga karena kontribusinya yang membesarkan nama tinju di dunia. Muhammad Ali bahkan diberi gelar Sportman of The Century.

Bernama asli Cassius Clay dari pemberian orang tuanya, akhirnya nama Muhammad Ali digunakannya di tahun 1964. Hal itu dilakukannya sesaat setelah dirinya sukses merebut sabuk gelar juara dunia kelas berat dari tangan Sonny Liston yang dikalahkannya di Florida USA dengan menang TKO di ronde ke 7 dari total 15 ronde. Selain mengumumkan nama barunya Muhammad Ali, Ali juga mengumumkan agama barunya dengan mantab memeluk Islam.

Tahun 1965, Ali VS Liston kembali digelar. Di tahun ini pula sebutan “Phantom Punch” didapatkan Ali setelah merobohkan Liston untuk kedua kalinya sehingga Liston pun dinyatakan kalah di acara tanding ulang tersebut.

Sebagai seorang petinju Ali rupanya begitu getol dengan berbagai kegiatan kemanusiaan. Perjuangannya terhadap hak-hak sipil Afrika-Amerika. Ali menjadi petinju yang disangat dikenal dikalangan politisi karena menolak wajib militer yang digalakkan pemerintah AS saat itu. FN menjadi ingat dengan kata-katnya yang lantang menolak program Wajib militer itu dengan menyebutkan, “Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan NegroAkibat menolak wajib militer, Ali diskors oleh komisi tinju amerika pada tahun 1967 hingga 1970.

Meskipun dikenal sebagai petinju legenda yang nyaris tanpa kekalahan, Ali hanya seorang manusia biasa. Di tahun 1971, Muhammad Ali akhirnya tumbang di tangan Joe Frazier karena kalah angka sehingga dengan terpaksa menyerahkan gelarnya. Duel Ali VS Farzier ini pula menjadi duel yang tidak pernah berakhir dengan TKO.

George Foreman yang juga menjadi petinju legendaris yang saat itu menguasai gelar WBC dan WBA tinju kelas berat di tahun selanjutnya harus menerima tantangan Muhammad Ali. Secara peta kekuatan, Ali bahwa menyadari kalau Foreman memiliki pukulan yang lebih mematikan, itu mengapa Ali memilih strategi bertahan dan mengulur waktu saat itu untuk membuat emosi Foreman menjadi tidak fokus dan tidak stabil. George Foreman akhirnya ditumbangkan meskipun Muhammad Ali juga babak belur akibat pukulan Foreman yang terus deras menghujaninya.

Ali vs Frazier III akhirnya diselenggarakan di Manila Filipina. Duel ini menjadi tinju terbaik abad ini karena menyajikan duel klasik antar musuh bebuyutan tersebut. Ali akhirnya menang TKO di ronde ke 15 setelah Frazier menyerah karena kehabisan tenaga… Ali pun akhirnya terjatuh kelelahan saat sedang diwawancarai saat itu.

Tahun 1978 menjadi kenangan termanis Muhammad Ali di ajang tinju professional. Di tahun ini, Ali memecahkan rekor sebagai Juara Kelas Berat 3 kali dan terbanyak sepanjang sejarah saat itu. Hingga akhirnya setelah setahun berselang, Muhammad Ali gantung sarung tinju dan menyatakan mundur dari dunia tinju sehingga gelar juaranya pun dinyatakan kosong. Yup, Muhammad Ali mungkin menjadi petinju pertama yang pensiun dengan gelar yang masih berada di tangannya dan bukan karena kekalahan dari petinju lainnya.

Tahun 1973 menjadi momen yang berharga untuk Indonesia yang kedatangan Muhammad Ali. Yup, Ali pernah ke indonesia melakoni pertandingan melawan Rudi Lubbers. Pertandingan ini bukan ekshibisi namun adalah laga resmi namun tidak memperebutkan gelar dimana acara ini diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta (sekarang Gelora Bung Karno). Muhammad Ali juga melakukan kunjungan kedua nya ke Indonesia tahun 1996 saat dirinya sudah pensiun dari dunia tinju.

Di tahun 1980, informasi dari Klinik Mayo menyebutkan Muhammad Ali mulai terindikasi terserang gejala sindrom Parkinson. Gejala sindrom ini mulai tampak seperti cara bicara yang mulai lamban dan juga tangan yang gemetar dan tidak bisa di kendalikan, hal ini disebabkan kerusakan selaput otak dari Muhammad Ali yang mungkin sering kali mendapatkan hantaman pukulan di kepala semasa dirinya bertinju.

Pertandingan dengan Larry Holmes yang pernah menjadi kawan latih tandingnya dulu merupakan indikasi awal dari bencana Muhammad Ali yang sudah tidak dalam kondisi yang bugar saat itu. Bahkan sang dokter pribadi terpaksa mundur dari posisinya karena nasehatnya yang tak didengarkan oleh Muhammad Ali. Dr Ferdie Pacheco menyebutkan bahwa lebih baik bagi Muhammad Ali menolak tantangan tersebut karena ternyata didapati semasa latihan sebelum pertandingan, Muhammad Ali mengalami kencing darah akibat kerusakan ginjal.

Hingga Muhammad Ali menghembuskan nafas terakhirnya, sudah 30 tahun dirinya menderita Sindrom Parkinson tersebut. Namun penyebab meninggalnya Ali pada 3 Juni 2016 kemarin bukanlah dari Parkinson yang dideritanya namun lebih diindikasikan karena masalah pernafasan yang dideritanya sejak tahun 2014 yang di vonis terkena penyakit Pneumoni ringan saat itu.

Meninggalkan seluruh yang dimilikinya, Muhammad Ali masih memiliki Laila Ali sang anak yang juga memiliki semangat yang sama dalam tinju modern saat ini. (~FN)

 

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *