Kilas Balik May Day 2015, Hari Pekerja Untuk Kesejahteraan Lebih Baik

image

May day sebuah istilah dimana merupakan hari untuk memperingati hari buruh internasional. Gagasan ini muncul sebagai upaya para pekerja untuk mendapatkan  kendali dalam politik perekonomian yang berjalan. Awalnya pergerakan pekerja ini diawali di kawasan eropa dan amerika yang kemudian menjadi pergerakan para pekerja secara universal diseluruh dunia.

Didunia kerja sering kali memberikan tekanan pada kalangan pekerja. Mulai dari ketatnya peraturan yang harus ditaati disana sini, pengetatan jam kerja yang wajib dipenuhi, menggalakkan punishment pada para pekerja yang tak menuruti aturan.

Namun disisi lain mereka para pelaku politik dunia kerja malah mengesampingkan kesejahteraan pekerjanya, insentif yang tak sebanding dengan beban kerjanya, gaji yang seminimal mungkin untuk keuntungan perusahaan atau instansinya dan juga reward yang diabaikan untuk para pekerja yang memberikan usaha lebih untuk kelancaran perusahaannya.

Buruh tak hanya dalam lingkup kecil sebagai karyawan pabrik. Namun bagi fn buruh memiliki skala besar sebagai bentuk definisinya. Sejauh kita bekerja untuk orang lain disitulah status kita menjadi buruh pekerja. Tak terbatas aspeknya, entah pns, entah karyawan pabrik, entah pekerja lainnya mekanik, jurnalis dsb semua tetap ‘buruh’.

image

Apalagi jika kita berbicara tentang karyawan honorer, kontrak, harian lepas dan sebagainya. Yang mana  menjadikan bukti bahwa kesejahteraan mereka wajib menjadi perhatian dan prioritas untuk mengurangi kesenjangan dalam hal ekonomi. Peran serta pemerintah perlu untuk memonitoring perusahaan, instansi dsb yang memiliki tenaga kerja dengan status tidak tetap tersebut untuk terpenuhi kebutuhan hidupnya.. untuk tercapainya kesejahteraan sosial lebih baik.

Meskipun bertahap kesejahteraan tersebut semoga akan selalu ditingkatkan. fn ingat pada 2011 silam, tuntutan buruh akan jaminan sosial yang sekarang ini menjadi kenyataan. Setiap perusahaan ataupun instansi pemerintahan sudah mulai diwajibkan untuk memberikan jaminan ketenagakerjaan dan sosial untul karyawannya.

Di 2014 lalu, Presiden SBY juga menjadikan may day (1 Mei) sebagai libur nasional sebagai bentuk apresiasi untuk para pekerja penggerak perekonomian di indonesia.

Di 2015 ini, terhitung 1 mei pula premium yang menjadi bahan bakar sejuta umat akan dihapus oleh pemerintahan Presiden Jokowi untuk digantikan Pertalite Ron 90 dengan harga yang tentu lebih mahal ketimbang premium. apalagi tak ada lagi subsidi untuk bahan bakar tersebut.

Tentu saja akan menjadi njomplang jika kebutuhan semakin meningkat tak ditopang penghasilan para pekerja yang menunjang. Fn berharap akan semakin meningkat kesejahteraan para pekerja karena efek yang ditimbulkan tidak akan berdampak baik jika kesejahteraan tak tercapai.

Aksi begal yang semakin marak salah satu cerminan tidak tercapainya kesejahteraan masyarakat disebuah negara. Pekerjaan sulit didapat, adapun tak mencukupi kebutuhan hidup. Di hari buruh sedunia ini semoga kita semua para pekerja mendapatkan kesejahteraan lebih baik dari sebelumnya. (~fn)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

Tinggalkan Jejak Disini....