Jupiter MX Ganti Thermo Sensor, Kenali Gejala Kerusakannya…..

thermo sensor
Thermo Sensor Yamaha T135

Sebuah sosialisasi tentang pentingnya teknologi sangat diperlukan guna makin mencerdaskan masyarakat. Di era yang semakin modern setiap saat seperti sekarang ini perlunya peran serta masyarakat untuk ‘melek’ teknologi yang dulu mungkin banyak dibilang ribet dan nggak praktis.

Era injeksi pada industri motor di indonesia semakin maju, namun tak begitu halnya dengan masyarakat. Perlunya edukasi tentang teknologi itu sendiri guna menanamkan mainset bahwa motor dengan teknologi canggih akan memudahkan kita diberbagai hal.

Beruntung, meskipun BlueMX milik fnc belum dibekali dengan teknologi injeksi, namun setidaknya dengan spesifikasi high-performance seperti Jupiter MX, fnc menjadi terbiasa dengan teknologi canggih dimana menurut orang lain malah bikin ribet. Padahal jika diteliti lebih lanjut, motor berteknologi malah memudahkan kita meng-analisa kerusakan motor terutama yang berhubungan dengan skema teknologinya.

Hampir 10 bulan belakangan ini, BlueMX memiliki problem yang tak biasa. Indikator kerusakan di dashboard speedometer BlueMX kadang kala menyala singkat sekitar 2 detik dalam satu waktu dan kemudian mati. Nyalanya pun tak tentu, kadang saat memanasi motor kadang juga saat perjalanan, kadang juga saat rpm tinggi. Selain indikator menyala tersebut, fan radiator tak lagi menyala kala BlueMX berada di kemacetan, padahal biasanya kipasnya tuh menyala kalo kena macet untuk membantu pendinginan di kisi-kisi radiator.

DSC_01

Beberapa bengkel resmi yamaha sudah fnc datangi, namun nihil. Mereka para mekanik kebanyakan malah menyimpulkan, motor baik2 saja, nggak ada masalah.

Dari beberapa literatur yang fnc baca, kerusakan ini bisa jadi berbagai macam. Bisa karena CDI yang sudah kacau, bisa juga karena sistem radiator yang mengalami gangguan. Maklum, komposisi pengapian tak lagi standar. CDI menggunakan buatan Rextor Indonesia dan Koil pun fnc ganti dengan yang lebih mantab menghasilkan daya listrik untuk pengapian maksimal. Apa mungkin ini masalahnya? Pikir fnc #analisa 1.

Akhirnya ganti tuh CDI ke standar, namun problem tetap sama. Indikator tetap berkedip apalagi jika di gas rpm tinggi. Kembali buka kamus manual servis Jupiter MX, ada petunjuk ‘fault code’ alias kode kerusakan yang berhubungan dengan sensor yang terbenam di Jupiter MX. Baca2 kode kerusakan tersebut tambah bingung lagi, karena jeda nyalanya indikator tak tentu seperti petunjuk. So, kesimpulan sementara lainnya CDI Rextor tidak masalah #analisa 2.

Berbekal analisa kedua, fnc rambah ke kualitas air radiator. Jika terlalu lama nggak diganti bisa jadi sistem pendinginan tak akan maksimal. Ganti dan kuras tuh air radiator, sekalian ganti karena dah setahunan dan fnc selalu rutin ganti air radiator setahun sekali. Selanjutnya setelah air radiator diganti, fnc coba mencari kemacetan. Berharap kipas menyala, namun indikator menyala kembali dan kipas tak menyala.

Semakin digunakan lebih lama dengan perjalanan jauh, power BlueMX terasa cukup nge-drop. Keluhan ini juga padahal sudah fnc sampaikan di lebih dari 4 bengkel resmi yamaha di malang, namun tak ada yang mengerti inti permasalahannya.

Nggak cukup buka kamus manual servis Jupiter MX, fnc buka petunjuk CDI Rextor. Dari berbagai keterangan yang diulas, CDI Rextor memiliki fitur untuk mendeteksi kerusakan sensor panas yang dibenamkan pada mesin dengan memberikan peringatan berupa indikator suhu menyala di speedo. Lebih lanjut fnc menyimpulkan, ini berarti kerusakan pasti pada Thermo Sensor. #analisa 3.

Menunggu waktu liburan, fnc pun berencana membeli Thermo Sensor ke bengkel yamaha langganan yang memiliki barang yang jarang tersedia di bengkel lainnya. Iseng ingin memastikan Thermo Sensor yang rusak, fnc coba ke bengkel yamaha ke-5 ini untuk melakukan cek kerusakan. Eh mekanik tambah bingung lagi, si mekanik malah tak yakin Thermo Sensor yang rusak karena jarang sekali terjadi.

fault code MXpdf_001

Mekanik menanyakan seputaran modifikasi yang fnc lakukan setelah utak atik BlueMX. Setelah fnc jelaskan, bahwa CDI sudah diganti, kelistrikan sudah diganti fullwave. Mekanik menyarankan semua diganti standar dulu baru dianalisa kerusakan lagi, motor ditinggal ditempat untuk menginap beberapa hari (waduh…. motor satu2 nya pake nginep segala….). Namun fnc pun menolak karena BlueMX dipakai aktifitas sehari-hari. Pikir fnc, saya harus lebih tahu tentang masalah motor ini daripada mekanik yamaha sekalipun.

Setelah semua body terpasang (karena fnc menolak servis dengan menginap), fnc pun tetap membeli Thermo Sensor seharga 130rb kalo nggak salah #lupa ^_^ . Setelah sampai dirumah, bongkar body samping kanan untuk melakukan proses penggantian thermo sensor. Namun, fnc tunggu hingga mesin benar2 dingin mengingat jika dipaksa dibuka saat kondisi mesin panas maka air radiator akan turut menyembur keluar.

Sekedar informasi, kerusakan Thermo Sensor memang tak terlihat kasat mata dan sulit terdeteksi. Buktinya, beberapa mekanik dari beberapa bengkel yamaha tak bisa mendeteksi kerusakan Thermo Sensor secara langsung. Berbekal juga analisa CDI tentang indikator kerusakan yang dapat dibaca pada indikator suhu yang menyala, fnc pun memastikan thermo sensor lah penyebab utamanya.

Terbukti, setelah Thermo Sensor fnc ganti nyala indikator suhu pun tak terlihat. Performa motor untuk berjalanan jauh pun tak terasa nge-drop lagi seperti yang sudah2. Pentingnya bagi kita pemilik motor dengan spek high-tech mampu menganalisa kerusakan dari tunggangan kesayangan. Bayangkan saya jika fnc menerima saran mekanik yang harus servis menginap tersebut, pastinya biaya tak sedikit. (fnc)

_____________

Related Post :

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

59 Comments

Tinggalkan Jejak Ya Bro, Ngapunten Spam/Link Masuk Moderasi