AS Recall BMW S1000RR, Harusnya ATMP di Indonesia Bisa Meniru Sisi Tanggung Jawabnya

sidestand

Disaat melaksanakan sebuah tugas yang dibebankan kepada kita. Layak bagi kita untuk semaksimal mungkin bertanggung jawab akan apa yang telah diamanahkan. Jika demikian maka segala sesuatu yang dijalankan akan berlangsung lancar dan tanpa masalah.

Begitu juga dengan atpm. Sebuah atpm tak melulu hanya memasarkan produk dagangannya. Melainkan turut bertanggung jawab akan kualitas produknya. Tak boleh hanya mengambil sisi ‘enak’ nya saja.

Baru-baru ini seperti dikutip oleh visordown menyebutkan bahwa di amerika serikat BMW S1000RR telah mengalami recall total. Recall atau penarikan kembali produk dari tangan konsumen ini berhubungan dengan hal yang sepele.

Masalah sepele tersebut adalah beruhubungan dengan sidestand (standar samping). Bahwa baut dari satndar samping mudah mengalami kelonggaran sehingga berpotensi terjadinya ketidakseimbangan motor saat posisi diam berdiri. Recall yang rencananya akan dilakukan bulan depan ini, memungkinkan semua konsumen BMW S1000RR akan mendapatkan pergantian part secara gratis.

Meskipun saat ini hanya di AS saja yang melakukan recall, besar kemungkinan masalah ini juga akan terjadi pada produk BMW S1000R di seluruh dunia mengingat distribusi terpusat yang berada di jerman. Namun tak seluruhnya produk BMW bermasalah, hanya produk dengan rentan waktu produksi antara September 2011 sampai Desember 2012 yang mendapatkan masalah ini.

Sebuah tanggung jawab yang besar, yang ditunjukkan oleh atpm BMW. Tentunya tak lain sebagai upaya meningkatkan kepuasan konsumen. Bagaimana dengan di indonesia? Berkaca pada problem Vario 125 FI, antara lain ‘suara ngorok’, mesin serasa ‘tersendat/kehilangan power’ saat putaran atas dan jok yang banyak teman2 kerja yang memiliki merasakan ‘keras’ harusnya menjadikan perhatian bagi honda indonesia untuk merevisi produknya. Wong wis kadung terjual banyak, kan harus recall banyak? Lha itulah konsekuensinya. Sebuah recall akan kelemahan produk adalah sedikit dari faktor untuk memuaskan pelayanan bagi konsumen tersebut. (fnc)

_______________

Berita Terkait :

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Budayakan Meninggalkan Komentar

Tinggalkan Jejak Ya Bro, Ngapunten Spam/Link Masuk Moderasi